skip to main skip to sidebar
Posts RSS Comments RSS

Tips Ummi

Aneka tips bermanfaat sehari-hari

Najis ompol dan clodi


sumber: google
Kalau jaman dulu turun temurun dari jaman saya dan adik2 lahir sampe bantu-bantu bulek ngurus anak tante, semua bayi baru lahir pakai popok tali. Kalau bayi pakai popok tali biasanya pas pipis mesti baju, bedong, popok sampe perlak kena ompol dan mesti ganti semua, cucian menggunung, capeeek banget. Belum lagi kalo pipis atau pupnya pas digendong, ompol nempel di baju dan tercecer dilantai, tiada hari tanpa ngepel n cuci2, repoooot banget punya bayi.

Singkat cerita akhirnya saya menikah dan ngalami juga yang namanya punya bayi kaya tante2 saya, he.. alhamdulillah...
Senengnya lagi, alhamdulillah sekarang udah ada clodi, popok kain modern/ popok cuci ulang yang mirip seperti pampers tetapi bisa dipakai berkali-kali bahkan bisa dipake sama calon adeknya nanti jika perawatannya bener. Enaknya pake clodi ini pipis dan pup tertampung didalam popok, ga tercecer kemana-mana, mengurangi cucian baju, praktis, hemat, go green (g nambahin sampai karena pospak sulit terurai) dan yang terpenting hati tenang karena najis jd termonitor dan terkontrol krn terserap didalam clodi.

Sumber disini
Saya ga bisa bayangin betapa repotnya memakai popok tali atau diaper sekali pakai. Kalau pakai popok tali cucian menggunung dan energi habis terkuras buat ritual ganti popok, nyuci dan ngepel. Sementara kalau pake pampers/ diapers popok sekali pakai (pospak) pengeluaran bulanan untuk pospak lumayan mahal. Plus belum lagi tekanan batin merasa bersalah lihat suami stres kena ompol, hihi... kasian mau shalat harus galau dulu mikir baju kena najis or ga, meskipun beliau selalu ganti kostum khusus buat shalat tapi kan tetep aja kalau baju ketempelan kudu bilas badan spy bener2 yakin udah bersih. Beliau selalu super perhatian dan waspada sama yang namanya najis. Setiap mau gendong mesti ngecek dulu, bau pesing atau ga, popok basah atau ga, padahal itu baby pake clodi, he.. gimana popok tali?!$#@&**^%^@&@!????hihihi

Itulah alasan utama saya mengapa teliti sama masalah perompolan dan milih clodi sebagai solusi popok kain keluarga kecil kami, hihi

Cek review clodi disini. Sumber: ecobum
Oia, mengenai najis yang berasal dari air kencing/ pipis (ompol) dari bayi perempuan mungkin tidak begitu menjadi masalah bagi kaum ibu selama nifas karena belum melaksanakan kewajiban shalat. Tapi hal tersebut tentu berbeda bagi sang suami, biasanya justru mendapat perhatian besar karena ketika akan menggendong bayi beliau akan memastikan apakah sang anak bebas dari segala bentuk najis baik ompol atau kotoran pup seperti suami saya td agar hati tenang dan yakin pakaian bebas dari najis ketika akan shalat.

Untuk mensucikan air kencing bayi perempuan yaitu dengan cara dicuci, meskipun baju atau sprei hanya kecipratan sedikit air kencing tidaklah cukup hanya dilap menggunakan tissue basah atau hanya diciprati/ diperciki air kemudian dilap, namun harus dicuci hingga baju atau sprei yang kecipratan pipis tadi bersih dari bekas ompol. Sementara mensucikan air kencing bayi laki2 yang belum mengkonsumsi makanan selain ASI, cara membersihkannya adalah dengan memerciki air pada tempat yang terkena air kencing bayi laki-laki tanpa harus dibasuh dan diperas dengan tangan. Namum bagi saya menjaga kebersihan itu hal yang penting, sekalipun g najis jadi lebih baik sy cuci dan sbg muslim sy g mau bermalas-malasan dalam memelihara kebersihan, he.. so coba deh pake clodi sebagai solusi spy g diompoli trus. Berikut adalah hadist yng menjadi dalil / dasar cara membersihkan najis air kencing bayi:
Dikeluarkan oleh Abu Daud dan Ibn Majah dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
يَغْسِلُ مِنْ بَوْلِ الجَارِيَةِ وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الغُلاَمِ
“Pakaian yang terkena air kencing bayi perempuan harus dicuci, sedangkan pakaian yang terkena air kencing bayi laki-laki cukup dipercikkan dengan air”.
Membicarakan mengenai najis dan diapers membuat saya teringat kejadian ketika shalat Id Fitri/ adha, dimana saya sering menjumpai para ummahat (ibu) sholat dengan menggendong bayi yang memakai diapers. Memang diperbolehkan ketika sholat sambil menggendong anaknya (apalagi jika anaknya sedang menangis),  seperti yang pernah dilakukan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam ketika sholat sambil menggendong Hasan, Husein atau Umamah namun dengan catatan bahwa popok yang dipakai belum diompoli atau dipupin sama sekali (masih suci dari najis). Jadi jika menggendong anak ketika shalat dengan popok yang sudah berisi najis maka hal tersebut tidaklah diperbolehkan, berdasarkan hadits berikut..
Hadist Abu Sa’id Al-Khudry radhiyallahu ‘anhu:
عن أبي سعيد الخدري قال : بينما رسول الله صلى الله عليه و سلم يصلي بأصحابه إذ خلع نعليه فوضعهما عن يساره فلما رأى ذلك القوم ألقوا نعالهم فلما قضى رسول الله صلى الله عليه و سلم صلاته قال ” ما حملكم على إلقائكم نعالكم ” ؟ قالوا رأيناك ألقيت نعليك فألقينا نعالنا فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم ” إن جبريل صلى الله عليه و سلم أتاني فأخبرني أن فيهما قذرا ” أو قال أذى وقال ” إذا جاء أحدكم إلى المسجد فلينظر فإن رأى في نعليه قذرا أو أذى فليمسحه وليصل فيهما “
“Dari Abu Sa’id Al-Khudry berkata: Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang mengimami para sahabat dalam shalat tiba-tiba beliau melepas kedua sandalnya, kemudian langsung meletakkannya di sebelah kiri beliau. Ketika para sahabat melihat yang demikian maka mereka melempar sandal-sandal mereka. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat beliau bertanya: Apa yang membuat kalian melempar sandal-sandal kalian? Mereka menjawab: Kami melihatmu melempar sandal, maka kamipun melempar sandal. Beliau berkata: Sesungguhnya Jibril mendatangiku dan mengabarkan bahwa di dalam kedua sandalku ada kotoran (najis), apabila salah seorang dari kalian mendatangi masjid maka hendaklah melihat sandalnya, apabila melihat kotoran (najis) maka hendaklah mengusapnya dan shalat dengan kedua sandal tersebut” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Syeikh Al-Albany
Semoga informasi ini bermanfaat dan membuat kita sebagai muslim jadi lebih memperhatikan kebersihan diri dan rumah dari najis.
**********
Oleh : Ustadz Muhammad Arifin Badri hafidzohulloh

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum wr. wb.
Ketika berbincang dengan teman yang sudah menjadi ummahat, beliau bercerita, jika ia sedang sholat dan si anak menangis maka ia akan ambil anaknya dan menggendongnya, jadi ia sholat dengan tetap menggendong si anak. Ketika ana tanyakan padanya, apakah rasul dulu juga seperti itu? ia bilang ya, apakah itu benar ustadz? apakah sholatnya tetap sah? karena setahu ana kan hanya diperbolehkan tiga gerakan saja? bagaimanakah sholat Rasulullah. Jazakumullah jika dijelaskan, ini sangat berguna jika sudah menjadi ummahat kelak. tentunya seorang ibu akan sangat resah jika anak menangis, sholat tdk dapat khusyu’ dan tentunya akan ringan rasa itu jika diperbolehkan menggendong anak dalam sholat.

Jawaban Ustadz:
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rosululloh, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat, amiin.

Langsung saja, betul, dahulu Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam kadang kala mengangkat cucunya, Hasan, Husain, Umamah rodhiallohu anhum ketika sedang sholat, bahkan suatu saat ketika beliau sedang sholat, beliau menggendong cucunya yang bernama Umamah bin Abil ‘Ash, sehingga ketika sedang berdiri, beliau menggendongnya, dan ketika ruku’ dan sujud, beliau menurunkannya, padahal kala itu beliau sholat mengimami para sahabatnya. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori dan Muslim dan juga lainnya. Oleh karena itu para ulama’ menegaskan bahwa boleh bagi orang yang sedang sholat untuk mengangkat, atau menggendong anak kecil.

Akan tetapi ada satu hal yang perlu diingat, yaitu ketika kita hendak menggendong anak kecil dalam sholat, maka anak tersebut harus dalam keadaan suci, tidak sedang ngompol, atau bajunya dalam keadaan najis, atau mengenakan popok atau diapers yang tentunya berisikan najis. Sebab orang yang sedang sholat diperintahkan untuk meninggalkan atau melepaskan setiap yang najis dari pakaian, atau sandal atau kaus kaki atau tempat ia sholat.

Dengan demikian bila anak kita mengenakan diapers, maka kita tidak boleh menggendongnya, karena biasanya si anak telah pipis atau bahkan buang air besar di dalamnya, sehingga bila kita menggendongnya berarti kita membawa najis ketika sedang sholat, dan ini tentunya terlarang. Dahulu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah sholat mengenakan sandal, dan ketika di tengah-tengah sholat tiba-tiba beliau melepaskan kedua sandalnya, sehingga para sahabat pun ikut-ikutan melepaskan sandalnya. Seusai sholat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa ia diberi tahu oleh Malaikat Jibril bahwa di sandalnya terdapat kotoran (najis), oleh karena itu beliau melepaskan sandalnya. Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Al Baihaqi, Ad Darimi dan lain-lain. Semoga jawaban pendek nan singkat ini cukup memberikan gambaran bagi kita semua. Wallohu a’lam bisshowab.
***
Penanya: Winna
Dijawab Oleh: Ustadz Muhammad Arifin Badri
Sumber : konsultasisyariah


**********

Oleh: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rohimahulloh

Pertanyaan:
Seorang wanita bertanya : Terkadang aku menggendong anak perempuanku ketika sedang sholat karena tangisannya yang keras, sedangkan ia memakai popok dan telah berhadats (ngompol ataupun BAB, pent). Bagaimanakah hukum sholatku dan (bolehkah) aku menggendongnya ketika sholat dalam kondisi yang telah kusebutkan?

Jawaban:
Jika padanya terdapat najis maka jangan digendong, jika pada popoknya terdapat najis maka jangan digendong. Adapun jika bersih (suci, pent) maka tidak mengapa. Telah shohih dari Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam beliau pernah sholat sambil menggendong Umamah bintu Zainab (yakni cucu beliau), beliau sholat sambil menggendongnya sementara orang-orang melihatnya. Ketika beliau akan sujud beliau meletakkannya dan ketika bangkit berdiri beliau menggendongnya lagi. Dan para ulama berpendapat bahwa anak tersebut dalam kondisi bersih dan suci. Dan yang lebih hati-hati bagimu adalah jangan menggendongnya kecuali engkau mengetahui bahwa ia dalam kondisi suci. Ini yang lebih berhati-hati, jangan ia menggendongnya ketika pada anaknya terdapat najis.

Penanya: Bagaimana dengan hukum sholatnya yang telah ia kerjakan dalam keadaan tersebut?
Syaikh: Mudah-mudahan ia tidak perlu mengulangi sholat tersebut, insyaAlloh, mudah-mudahan tidak perlu diulangi akan tetapi untuk selanjutnya hendaknya ia berhati-hati.

[Diterjemahkan dari http://www.binbaz.org.sa/mat/14757]
Sumber: https://ummushofi.wordpress.com/2011/05/12/terlanjur-sholat-sambil-menggendong-anak-yang-ngompol-di-popoknya-perlukah-mengulang-sholat/ 
Posted by Ummu Abdillah at 10:33 PM 3 comments
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

Terlanjur Sholat Sambil Menggendong Anak yang Ngompol di Popoknya, Perlukah Mengulang Sholat?

Sumber: disini
Sebagai pelengkap dari postingan “Bolehkah Sholat Sambil Menggendong Anak yang Memakai Popok Diapers?Bolehkan Shalat Sambil Menggendong Bayi yang Memakai Diapers atau Clodi (popok yang sudah diompoli)”, kali ini kami bawakan fatwa syaikh bin Baz yang masih berhubungan dgn hukum menggendong bayi yg ngompol di popoknya, dengan tambahan berupa hukum sholat yang terlanjur dikerjakan dalam kondisi tsb. Silahkan disimak…
***

Oleh: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rohimahulloh

Pertanyaan:
Seorang wanita bertanya : Terkadang aku menggendong anak perempuanku ketika sedang sholat karena tangisannya yang keras, sedangkan ia memakai popok dan telah berhadats (ngompol ataupun BAB, pent). Bagaimanakah hukum sholatku dan (bolehkah) aku menggendongnya ketika sholat dalam kondisi yang telah kusebutkan?

Jawaban:
Pakai clodi yuk, review clodi disini
Jika padanya terdapat najis maka jangan digendong, jika pada popoknya terdapat najis maka jangan digendong. Adapun jika bersih (suci, pent) maka tidak mengapa. Telah shohih dari Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam beliau pernah sholat sambil menggendong Umamah bintu Zainab (yakni cucu beliau), beliau sholat sambil menggendongnya sementara orang-orang melihatnya. Ketika beliau akan sujud beliau meletakkannya dan ketika bangkit berdiri beliau menggendongnya lagi. Dan para ulama berpendapat bahwa anak tersebut dalam kondisi bersih dan suci. Dan yang lebih hati-hati bagimu adalah jangan menggendongnya kecuali engkau mengetahui bahwa ia dalam kondisi suci. Ini yang lebih berhati-hati, jangan ia menggendongnya ketika pada anaknya terdapat najis.

Penanya: Bagaimana dengan hukum sholatnya yang telah ia kerjakan dalam keadaan tersebut?
Syaikh: Mudah-mudahan ia tidak perlu mengulangi sholat tersebut, insyaAlloh, mudah-mudahan tidak perlu diulangi akan tetapi untuk selanjutnya hendaknya ia berhati-hati.
***
[Diterjemahkan dari http://www.binbaz.org.sa/mat/14757]
***
أحياناً أقوم بحمل طفلتي أثناء الصلاة لبكائها الشديد، ويكون عليها الحفاظ وقد أحدثت به، فما حكم صلاتي وحملي لها أثناء الصلاة، والحال ما ذكرت؟
إذا كان فبها أذى لا تحمليها, إذا كان فيها الأذى –الحفاظ فيها الأذى– لا تحمليها أما إذا كانت نظيفة فلا بأس, فقد ثبت عنه -صلى الله عليه وسلم- أنه صلى وهو حامل أمامة بنت زينب -بنت بنته- يصلي بها والناس ينظرون، فإذا سجد وضعها وإذا قام حملها -عليه الصلاة والسلام- وقد حمل العلماء ذلك على أنها كانت نظيفة طاهرة فالأحوط لك ألا تفعلي هذا إلا إذا كنت تعرفين أنها طاهرة, هذا هو الأحوط ولا تحمليها وهي فيها النجاسة. –
ما حكم الصلاة التي صلتها وحالها ما ذكرت؟
ج/ نرجو ألا إعادة عليها -إن شاء الله- نرجو ألا إعادة عليها لكن في المستقبل تحتاط.



Diposting ulang oleh tips-ummi
Posted by Ummu Shofiyyah al-Balitariyyah, 12 Mei 2011
Sumber: https://ummushofi.wordpress.com/2011/05/12/terlanjur-sholat-sambil-menggendong-anak-yang-ngompol-di-popoknya-perlukah-mengulang-sholat/
Posted by Ummu Abdillah at 9:09 PM 0 comments
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

Nyebokin Anak, Apakah Membatalkan Wudhu?

Sumber: www.mommyish.com
Kembali ke masalah ompol2an… bagi ummahat yang punya bayi atau balita terkadang ketika ia sudah wudhu untuk sholat, tiba2 anaknya ngompol atau pup, terpaksa deh ia nyebokin dulu… trus, gimana dengan wudhunya? apakah batal gara-gara nyebokin anak? Simak jawaban syaikh Muhammad bin Sholeh al-utsaimin rohimahulloh berikut ini…

***
Oleh: Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh
Pertanyaan:
Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh ditanya tentang wanita jika ia menceboki anaknya sedangkan ia dalam keadaan suci apakah wajib baginya untuk berwudhu lagi?

Jawaban:
Pict taken by ecobum.
Sudah tahu clodi belum, umm? Cek disini
Jika seorang wanita menceboki bayi laki-lakinya atau bayi perempuannya dan menyentuh kemaluannya, maka tidak wajib baginya untuk berwudhu, ia cukup mencuci tangannya saja, karena menyentuh kemaluan tanpa syahwat tidak mewajibkan untuk berwudhu. Dan seperti yang telah maklum bahwa wanita yang memandikan anaknya tidak dikhawatirkan menimbulkan syahwat. Maka jika ia menceboki anak laki-lakinya atau anak perempuannya, maka cukup mencuci tangannya saja dari najis yang mengenainya dan tidak wajib baginya untuk berwudhu.  Selesai.
***
Sumber: Majmu’ fatawa Ibnu Utsaimin (11/203), al-Maktabah asy-Syamilah.

***
وسئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله عن المرأة إذا وضأت طفلها وهي طاهرة هل يجب عليها أن تتوضأ ؟
فأجاب :
” إذا وضأت المرأة طفلها أو طفلتها ومست الفرج فإنه لا يجب عليها الوضوء ، وإنما تغسل يديها فقط، لأن مس الفرج لغير شهوة لا يجب الوضوء، ومعلوم أن المرأة التي تغسل أولادها لا يخطر ببالها الشهوة ، فهي إذا وضأت الطفل أو الطفلة فإنما تغسل يديها فقط من النجاسة التي أصابتها ولا يجب عليها أن تتوضأ ” انتهى .
***
Pertanyaan :
Semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan, Penanya berkata : Apakah membersihkan anak dari najis membatalkan wudhu?

Jawaban :
Jika tidak menyentuh kemaluan maka tidak membatalkan wudhu, dan ini tidak ada musykilah di dalamnya, dan aku tidak mengira bahwa ini yang dimaksudkan oleh penanya. Tetapi jika ia menyentuh kemaluannya yang shohih adalah bahwa hal itu tidak membatalkan wudhu, tetapi hendaklah ia berwudhu untuk kehati-hatian dan inilah yang lebih utama, tidak ada bedanya antara bayi laki-laki dan bayi perempuan.
***
Diterjemahkan dari: http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_1362.shtml
***
السؤال: جزاكم الله خيرا تقول السائلة هل تنظيف الطفل من النجاسة ينقض الوضوء؟
الجواب
الشيخ: إذا لم يمس الفرج فإنه لا ينقض الوضوء وهذا لا إشكال فيه ولا أظن السائلة تريده لكن إذا مست الفرج فالصحيح أنه لا ينقض 
 الوضوء ولكن أن توضأت احتياطا فهو أولى ولا فرق بين الذكر والأنثى.

Posted on 17 Juni 2011 by Ummu Shofiyyah al-Balitariyyah
Judul: Nyebokin Anak, Apakah Membatalkan Wudhu?
from https://ummushofi.wordpress.com/2011/06/17/nyebokin-anak-apakah-membatalkan-wudhu/ 
diposting ulang oleh tips-ummi

Posted by Ummu Abdillah at 8:50 PM 0 comments
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

Cara Membersihkan Najis berupa Air Kencing (ompol) dan Kotoran Manusia



source: google
Menyucikan kedua najis tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:
Najis berupa air kencing bayi/anak laki-laki yang belum mengkonsumsi makanan selain ASI, cara membersihkannya adalah dengan memerciki air pada tempat yang terkena air kencing bayi/anak laki-laki tanpa harus dibasuh dan diperas dengan tangan. Adapun jika anak tersebut sudah mengkonsumsi makanan lain disamping ASI, maka bagian yang terkena air kencingnya harus dicuci. Sementara untuk anak perempuan, maka kewajibannya adalah mencuci bagian yang terkena air kencingnya, baik dia belum mengkonsumsi makanan ataupun sudah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بول الغلام ينضح وبول الجار يه يغسل. (وهذا ما لم يطعما فإذا طعما غسلا جميعا
“Kencing anak laki-laki itu dengan diperciki, sedangkan kencing anak perempuan dengan dicuci. (Hal ini dilakukan selama keduanya belum mengkonsumsi makanan. Adapun bila sudah mengkonsumsi makanan, maka harus dibasuh kedua-duanya).” (Shahih, riwayat Ahmad dalam Al-Musnad (I/76), Abu Dawud (no. 377), Tirmidzi (no. 610), Ibnu Majah (no. 525). Adapun lafazh di dalam kurung merupakan riwayat Abu Dawud (no.378))

Pakai clodi yuk! Sumber: disini
Najis yang mengenai bagian bawah sandal/sepatu, cara membersihkannya adalah dengan mengusap-usapkannya ke tanah, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إذا وطئ أحدكم بنعله الأذى فإن التراب له طهور
“Jika salah seorang di antara kalian menginjak kotoran dengan sandalnya, sesungguhnya tanah itu dapat menyucikannya.” (Shahih, riwayat Abu Dawud (no. 383) dan Tirmidzi (no. 143))
Najis yang menempel pada ujung pakaian wanita akan disucikan oleh tanah yang berikutnya, sebagaimana keterangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
يطهره ما بعده
“Ia (ujung pakaian wanita) disucikan oleh tanah sesudahnya.” (Shahih, riwayat Ibnu Majah dalam Shahih-nya (no. 430), Malik dalam Muwaththa’ (no. 44), Abu Dawud dalam ‘Aunul Ma’bud (II/44 no. 379), Tirmidzi (no. 143))

Najis yang mengenai lantai atau karpet, cara membersihkannya adalah dengan membuang kotorannya kemudian bekasnya disiram dengan air hingga bersih. Sedangkan untuk najis berupa air kencing, maka cukup dengan memperbanyak siraman air kepada bagian yang terkena najis tersebut. Sebagaimana perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat ketika ada seorang arab badui yang kencing di dalam masjid,
دعوه وهريقوا على بوله سجلا من ماء أو ذنوبا من ماء فإنما بعثتـم ميسرين ولم تبعثوا معسرين
“Biarkanlah orang itu, dan siramkanlah satu timba air atau satu ember air pada bagian yang terkena kencingnya karena sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk memberikan kesulitan.” (Shahih, riwayat Bukhari (no. 220) dan Muslim (no. 284))

Istinja’ atau istijmar juga dapat membersihkan kedua najis (air kencing dan kotoran manusia) tersebut. Istinja’ adalah bersuci dengan menggunakan air, dan istijmar adalah bersuci dengan menggunakan benda padat, seperti batu, tissue, sapu tangan, kayu, dan semacamnya. Istinja’ terdapat tiga tingkatan, yaitu:
  1. Istinja’ dengan batu kemudian istinja’ dengan air. Tingkatan ini paling sempurna tanpa adanya kesulitan dan madharat.
  2. Istinja’ dengan air saja.
  3. Istinja’ dengan batu saja (istijmar), dan harus dilakukan dengan tiga batu, tidak boleh kurang. Yang lebih afdhal adalah jumlah ganjil jika batu-batu itu suci. (Ensiklopedi Shalat, I/46)
Penyusun: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly bintu Muhammad
Muroja’ah: Ust. Aris Munandar
***
Sumber Artikel muslimah.or.id, March 30th, 2010 
Judul asli: Macam-macam najis dan cara membersihkannya(1): Air kencing dan kotoran manusia.
Diposting ulang oleh tips-ummi
Posted by Ummu Abdillah at 3:20 PM 0 comments
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

Ketika Anak Menangis, Bolehkah Membatalkan Sholat?

Bagi ummahat yang punya anak kecil, terkadang ketika ia sholat anak jadi rewel, teriak-teriak, nangis karena ingin ditemani… dalam kondisi seperti itu, bolehkah sang ibu membatalkan sholatnya untuk menenangkan anaknya? Bagaimana pula jika kondisinya darurat?
Simak jawaban Syaikh Muqbil rohimahulloh berikut ini:
***
Oleh : Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rohimahulloh
Pertanyaan:
Bolehkah aku membatalkan sholat jika anakku berteriak?

Jawaban:
Tidak boleh jika semata-mata karena ia berteriak, janganlah engkau batalkan sholatmu, akan tetapi engkau boleh mundur ataupun maju lalu menggendongnya, dan boleh pula engkau susui ia, karena Nabi shollallohu alaihi wa ala aalihi wa sallam pernah sholat sambil menggendong Umamah, cucu beliau[1]. Dan tidak mengapa jika engkau mempercepat sholat, karena Rosululloh shollallohu alaihi wa ala aalihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya aku memulai sholat dan aku ingin memanjangkannya, namun aku mengurungkannya (dengan memperpendek sholat, pent) ketika aku mendengar tangis seorang bayi, karena kasihan terhadap ibunya.”[2] Atau yang semakna dengan ini.
Dan janganlah engkau membatalkan sholat kecuali jika ada ular di depannya, atau ia terjatuh dan memecahkan sesuatu, atau ia jadi kesakitan, maka tidak mengapa.
Wallohul Musta’aan.
As`ilah Nisaa` li Hajj
______________
Catatan Kaki:
[1] HR. al-Bukhori (516) dan Muslim (543) dari Qotadah rodhiyallohu anhu.
[2] HR. al-Bukhori (709 & 710) dan Muslim kitab ash-Sholat (192) dari Anas rodhiyallohu anhu.
***
Diterjemahkan dari Kitab Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah lil Imam al-Wadi’iy rohimahullohu ta’ala halaman 121-122.
***




 


Posted by Ummu Shofiyyah al-Balitariyyah on 13 Maret 2010
Judul: Ketika Anak Menangis, Bolehkah Membatalkan Sholat?
Sumber: https://ummushofi.wordpress.com/2010/03/13/ketika-anak-menangis-bolehkah-membatalkan-sholat/
Diposting ulang oleh tips-ummi
Posted by Ummu Abdillah at 9:06 PM 0 comments
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

Bolehkan Shalat Sambil Menggendong Bayi yang Memakai Diapers atau Clodi (popok yang sudah diompoli)

  
Pakai clodi yuk! Review clodi disini

Seringkali seorang ibu harus membawa anaknya yang masih bayi untuk ikut bersamanya ketika sholat..dan seringkali seorang ibu harus menggendong anaknya tersebut karena menangis atau berjalan-jalan kesana kemari..
Menggendong anak ketika sholat memang pernah dicontohkan oleh Nabi shollallohu alaihi wasallam sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dari Abu Qotadah : bahwasanya nabi shollallohu alaihi wasallam pernah menggendong Umamah bintu Zainab (cucunya) ketika sholat. Bila beliau sujud, beliau  meletakkannya.
Namun bagaimana jika anak tersebut memakai popok diapers seperti pada zaman sekarang, dimana di dalamnya terdapat najis? Apakah dibolehkan bagi seorang ibu menggendong anak tersebut? Berikut jawaban Ustadz Muhammad Arifin Badri hafidhohulloh mengenai hal ini..
Semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi para ibu..

Oleh : Ustadz Muhammad Arifin Badri hafidzohulloh

Pertanyaan:
source: google
 
Assalamu’alaikum wr. wb.
Ketika berbincang dengan teman yang sudah menjadi ummahat, beliau bercerita, jika ia sedang sholat dan si anak mengangis maka ia akan ambil anaknya dan menggendongnya, jadi ia sholat dengan tetap menggendong si anak. Ketika ana tanyakan padanya, apakah rasul dulu juga seperti itu? ia bilang ya, apakah itu benar ustadz? apakah sholatnya tetap sah? karena setahu ana kan hanya diperbolehkan tiga gerakan saja? bagaimanakah sholat Rasulullah. Jazakumullah jika dijelaskan, ini sangat berguna jika sudah menjadi ibu-ibu kelak. tentunya seorang ibu akan sangat resah jika anak menangis, sholat tdk dapat khusyu’ dan tentunya akan ringan rasa itu jika diperbolehkan menggendong anak dalam sholat.

Penanya: Winna

Jawaban Ustadz Muhammad Arifin Badri
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rosululloh, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat, amiin.

Langsung saja, betul, dahulu Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam kadang kala mengangkat cucunya, Hasan, Husain, Umamah rodhiallohu anhum ketika sedang sholat, bahkan suatu saat ketika beliau sedang sholat, beliau menggendong cucunya yang bernama Umamah bin Abil ‘Ash, sehingga ketika sedang berdiri, beliau menggendongnya, dan ketika ruku’ dan sujud, beliau menurunkannya, padahal kala itu beliau sholat mengimami para sahabatnya.

Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dan juga lainnya. Oleh karena itu para ulama’ menegaskan bahwa boleh bagi orang yang sedang sholat untuk mengangkat, atau menggendong anak kecil.

Akan tetapi ada satu hal yang perlu diingat, yaitu ketika kita hendak menggendong anak kecil dalam sholat, maka anak tersebut harus dalam keadaan suci, tidak sedang ngompol, atau bajunya dalam keadaan najis, atau mengenakan popok atau diapers yang tentunya berisikan najis. Sebab orang yang sedang sholat diperintahkan untuk meninggalkan atau melepaskan setiap yang najis dari pakaian, atau sandal atau kaus kaki atau tempat ia sholat.

Dengan demikian bila anak kita mengenakan diapers, maka kita tidak boleh menggendongnya, karena biasanya si anak telah pipis atau bahkan buang air besar di dalamnya, sehingga bila kita menggendongnya berarti kita membawa najis ketika sedang sholat, dan ini tentunya terlarang.
Dahulu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah sholat mengenakan sandal, dan ketika di tengah-tengah sholat tiba-tiba beliau melepaskan kedua sandalnya, sehingga para sahabat pun ikut-ikutan melepaskan sandalnya. Seusai sholat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa ia diberi tahu oleh Malaikat Jibril bahwa di sandalnya terdapat kotoran (najis), oleh karena itu beliau melepaskan sandalnya.

Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Al Baihaqi, Ad Darimi dan lain-lain. Semoga jawaban pendek nan singkat ini cukup memberikan gambaran bagi kita semua.

Wallohu a’lam bisshowab. 
Dijawab oleh Ustadz DR.Muhammad Arifin Baderi
(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: Konsultasisyariah.com , 5 Feb 2015
Judul asli: Shalat sambil gendong bayi pakai pampers
Diposting ulang oleh tips-ummi
Posted by Ummu Abdillah at 3:45 PM 0 comments
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook
Newer » Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Pages

  • Home
  • Kontak
Tweet
Share

Get This
Powered by Blogger.

Featured Post

REVIEW CLODI LOKAL & IMPORT! WHAT'S THE BEST?

Why Convert to Reusable Nappies? source: google Clodi?! cloudy?! klodi?! hmm.. beda2 setiap orang nyebutnya, he.. sebenernya apa si clo...

Popular Posts

  • REVIEW CLODI LOKAL & IMPORT! WHAT'S THE BEST?
    Why Convert to Reusable Nappies? source: google Clodi?! cloudy?! klodi?! hmm.. beda2 setiap orang nyebutnya, he.. sebenernya apa si clo...
  • Tips Merawat Clodi 1: Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mencuci Clodi
    Delaminasi, pict diambil dari sini Namanya juga popok kain, sama halnya baju jadi perlu dicuci, repooot?! Ya, memang ga sepraktis popo...
  • Najis ompol dan clodi
    sumber: google Kalau jaman dulu turun temurun dari jaman saya dan adik2 lahir sampe bantu-bantu bulek ngurus anak tante, semua bayi ba...
  • REVIEW CLODI: ECOBUM COVER
    Setelah sebelumnya saya menulis review berbagai merk clodi baik lokal & import , maka kali ini saya akan menambahkan review clodi ECOBU...

Blog Archive

  • ▼ 2016 (3)
    • ▼ April (1)
      • Tips Merawat Clodi 1: Kesalahan yang Sering Dilaku...
    • ► March (2)
  • ► 2015 (14)
    • ► September (2)
    • ► August (5)
    • ► May (7)

Topics Keyword

GG blueberry charlie banana cluebebe ecobum pempem recommended clodi review clodi review ecobum rumparooz

Link Sunnah

Link Sunnah

konsultasisyariah.com

Loading...

Followers

About Me

My Photo
Ummu Abdillah
View my complete profile

Linkie ♥

Blog contents © Tips Ummi 2010. All rights reserved. Blogger Theme by NymFont | Distributed by: free blog templates teacher free blogger template newspaper style | best vpn to buy cheap school proxy vpn website unblocker
↑
up